PENGHAWAAN ALAMI DENGAN SISTEM UNTUK RUMAH TINGGAL
Banyak aspek memiliki andil cukup penting untuk menentukan apakah sebuah rumah tinggal masuk dalam kategory rumah tanggap lingkungan. Ruamh yang dibangun pada kondisi iklim tropis lembab seperti di Indonesia, akan sangat bergantung pada system penghawaan yang baik untuk membantu terwujudnya kesehatan dan kenyamanan bagi penghuninya. Sekokoh dan secantik apapun struktur dan tampilan sebuah rumah, belum tentu menjanjikan kenyamanan yang memadai bila proses pertukaran dalam bangunan tidak berlangsung dengan baik. Semua Arsitek Rumah pasti mengerti di ilmu bangunan istilah pertukaran udara seringkali disebutĀ juga penghawaan atau dengan mengadopsi istilah asing di sebut juga ( Ingriss : ventilation). Kita mengenaldua ventilasi, yaitu ventilasi alamiah dan buatan. Dengan kondisi ekonomi penghuni yang memungkinkan, sebuah rumah bisa menggunakan ventilasi buatan secara keseluruhan. Namun demikian, tetap saja rumah tersebut tidak dapat bergantung sepenuhnya pada penghawaan buatan, sebab sangat di mungkinkan aliran listrik terputus sewaktu waktu. Bila hal ini terjadi, dapat dipastikan rumah tersebut akan membutuhkan ventilasi alami, sehingga meski menggunakan penghawaanbuatan, teknik- teknik penghawaan alami tetap perlu diterapkan pada sebuah rumah. Sementara itu, banyak rumah lain yang karena factor ekonomi, terpaksa menggunakan ventilasi alami, meski lubang ventilasi dan jendela sudah tidak memadai lagi. Oleh karena itu , dapat di simpulkan bahwa, baik bagi rumah yang menggunakan ventilasi alami, maupun bagi yang full menngunakan kondisi udara buatan , teknik- teknik penghawaan ilmiah yang baik tetap dirasakan.
























































