Warna mampu menciptakan kesan luas, sempit, pendek atau tinggi pada sebuah ruang yang dasarnya berdimensi tetap. Lebih tinggi dari itu, sesungguhnya warna juga memiliki kekuatan untuk menciptakan suasana hati atau mood seseorang. Pnelitian tentang kebudayaan kuno bahkan menunjukkan bahwac warna juga mampu menjadi obat bagi penyakit- penyakit tertentu.
Setiap saat dalam kehidupan sehari hari kita selalu berhadapan dengan warna- warni di sekitar kita. Warna yang kita gunakan, entah dalam memilih warna rumah, warna pakaian atau benda- benda lain yang kita miliki. Disinilah peran “Arsitek Rumah” dalam memahami arti warna- warna sehingga akibatnya dengan pemilihan warna yang tepat akan mencerminkan kepribadian seseorang., mood yang sedang kita rasakandan bagaimana kita ingin orang lain menilai kita. Hal ini terjadi karena kita melihat warna, saraf penglihatan mengirim beritanya ke otak, selanjutnya memacu produksi hormone tertentu akan menimbulkan perasaan senang, bersemangat ,sedih dan lain sebagainya, tergantung warna yang kita lihat. Karena itu , walau juga seringkali diasoasikan dengan perasaan seperti pink mengungkapkan perasaan jatuh cinta, warna biru sebagai ungkapan perasaan sendu atau sedih, hitan sebagai perasaan duka, merah sebagai ungkapan marah atau semangat dan lain sebagainya. Kaum muda umunya lebih menyukai warna warna primer yang terang dan cerah, sementara mereka yang lebih dewasa akan cebderung memilih warna kalem atau netral. Pengetahuan yang cukup terhadap efek- efek warna yang akan kita pakai dapat mendatangkan keungungan sebagaimana diharapkan.
























































